TO MANURUNG BERTEMU BHARATGEN: MENGAPA INDONESIA PERLU "RAJA AI" YANG TURUN DARI LANGIT?
TO MANURUNG BERTEMU BHARATGEN: MENGAPA INDONESIA PERLU "RAJA AI" YANG TURUN DARI LANGIT? Sebuah refleksi kedaulatan kognitif di era superintelijen Bayangkan situasi berikut: Anda membuka media sosial suatu pagi. Seorang tokoh nasional mengucapkan sesuatu yang kontroversial dalam sebuah video viral. Diksi, logat, dan ekspresi wajahnya sama persis dengan yang pertama. Namun, sulit untuk membedakannya karena tampaknya itu deepfake yang dibuat oleh AI. Di lain waktu, Anda mengajukan pertanyaan kepada ChatGPT mengenai sejarah Kerajaan Luwu. Namun, jawabannya aneh. Sepertinya sejarah Nusantara ditulis kembali dari perspektif yang berbeda. Itu bukan tanggung jawab siapa pun. Tidak ada lontarak atau Sureq Galigo yang digunakan untuk melatih model AI global. Kemudian muncul pertanyaan yang mengganggu: "Jika kecerdasan buatan luar secara bertahap mengubah cara kita berpikir, negara mana yang sebenarnya memiliki kekuasaan?" Ini adalah awal risalah keci...